Jun 24

Sekitar seminggu yang lalu saya dan beberapa petugas dari rumah sakit-rumah sakit di DIY memenuhi undangan Dinas Kesehatan Propinsi di DIY untuk membicarakan tentang surveilans campak (plus laporan) dan persiapan international review dari WHO. Berikut sedikit hal mengenai surveilans campak dan peran tenaga kesehatan dalam penanganan kasus campak :

Apa permasalahan program penanggulangan penyakit campak ?
Indonesia telah melaksanakan imunisasi campak lebih dari 20 tahun, namun angka kesakitan dan kematian karena campak masih cukup tinggi, diperkirakan terdapat 1 juta penderita campak dan 30.000 kemarian yang berkaitan dengan campak setiap tahunnya.

Mengapa ?
Data surveilans belum cukup akurat dalam mengarahkan kebijakan pelaksanaan imunisasi campak, karena banyak kasus dan kematian campak tidak dicatat dan tidak dilaporkan

Apa yang harus dilakukan ?
Dengan mencatat setiap kasus campak ke dalam formulir C1 dan melaporkan ke tinggat yang lebih atas secara berjenjang berarti kita telah berperan penting dalam memberikan arahan yang tepat dalam penanggulangan penyakit campak.

Apa definisi tersangka kasus campak ?
Penyakit campak sering juga disebut penyakit morbili atau measles. Anak menderita demam tinggi, bintik merah (rash), ditambah dengan salah satu gejala mata merah atau batuk pilek.

Apa bahaya penyakit campak ?
Penyakit campak sangat menular dan dapat menyebabkan pneumonia, radang otak, diare berat, kebutaan, bahkan kematian. Diperkirakan 48 % kematian balita akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) disebabkan karena campak.

Penyakit campak dapat dicegah dengan pemberian imunisasi yaitu pada anak usia 9-11 bulan dan pada saat anak duduk di kelas 1 SD.

Apa yang dimaksud dengan surveilans campak ?

Pemantauan secara terus menerus terhadap setiap kejadian tersangka kasus campak di masyarakat, meliputi : mencatat semua kasis campak ke dalam formulir C1, melaporkan ke tingkat yang lebih atas, melakukan penyelidikan KLB campak, menganalisa data dan memberikan hasil analisa kepada program imunisasi.

Untuk apa surveilans campak dilakukan ?
Untuk mengetahui permasalahan dalam penanggulangan campak yang meliputi :
1.    Kelompok umur kasus campak
2.    Status imunisasi kasus campak
3.    Wilayah yang bermasalah serta waktu kejadian kasus campak
4.    Memprediksi terjadinya KLB campak

Apa kegunaan data surveilans campak bagi program imunisasi ?
1.    Untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan imunisasi campak
2.    Memberikan arahan bagi program imunisasi dalam menentukan kebijakan imunisasi campak dan perencanaan dimasa mendatang secara tepat sesuai dengan  permasalahan yang ditemukan oleh surveilans.

Apa peran petugas kesehatan dalam surveilans campak ?
1.    Melakukan pengobatan
2.    Mencatat dan melaporkan setiap kasus campak ke Puskesmas / Dinas Kesehatan setempat menggunakan form C1
3.    Pastikan status imunisasi campak penderita telah tercatat.
4.    Menanyakan pada keluarga penderita apakah ada penderita campak lain di wilayahnya
5.    Jika terdapat kasus, keluarga disarankan untuk membawa penderita campak ke Puskesmas / pelayanan kesehatan setempat

Bagaimana tatalaksana kasus campak ?
1.    Pengobatan simptomatik (atipiretik)
2.    Pemberian antibiotic bila ada komplikasi, bila berat segera dirujuk ke rumah sakit.
3.    Pemberian vitamin A dengan dosis sesuai umur kasus

Apa peran puskesmas ?
1.    Setiap kasus campak yang datang ke Puskesmas, harus dicatat dalam formulir C1, laporkan setiap bulan ke Kabupaten.
2.    Setelah itu tanyakan apakah ada anak lain di sekitar penderita yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama, bila ada, lakukan pelacakan.
3.    Bila terdapat lebih dari 5 penderita dalam 4 minggu berturut-turut mengelompokkan secara epidemiologis di wilayah puskesmas, lakukan penyelidikan KLB menggunakan formulir C1 dan C2.

Lakukan analisa data dengan membuat :
1.    Spotmap kasus campak
2.    Grafik kasus campak berdasarkan golongan umur untuk mengetahui kelompok umur yang masih mempunyai resiko tinggi.
3.    Grafik penderita berdasarkan status imunisasi untuk mengetahui kasus terjadi di antara anak yang di imunisasi atau tidak diimunisasi.
4.    Buat kesimpulan hasil analisis tentang kelompok yang rentan dan kemungkinan alasan terjadinya KLB.

Data tersebut disampaikan pada saat pertemuan dengan staf yang terkait untuk menentukan cara yang tepat untuk pencegahan kasus dan KLB.

Kegiatan yang sama juga dilakukan di semua Puskesmas, Kabupaten, Kota, Provinsi, dan Nasional.

Apa definisi KLB campak ?
1.    Tersangka KLB Campak
Adanya 5 atau lebih kasus tersangka campak dalam waktu 4 minggu berturut-turut mengelompok dan mempunyai hubungan epidemiologis satu sama lain.
2.    KLB Campak Pasti
Apabila minimum 2 spesimen positif IgM campak dari hasil pemeriksaan kasus pada tersangka KLB campak.

Apa tindakan Puskesmas bila terjadi tersangka KLB campak ?

1.    Laporkan ke Dinas Kesehatan Kab/Kota
2.    Lacak penderita bersama Kab/Kota menggunakan formulir C1 dan C2
3.    Ambil specimen darah penderita sesuai pedoman, segera kirim ke Dinkes Kabupaten / Kota
4.    Analisa data, buat kesimpulan seperti tertera dalam peran Puskemas
5.    Laporkan hasil penyelidikan KLB dan diskusikan dengan staf Puskesmas dab Kabupaten
6.    Buat laporan lengkap KLB setelah tidak ada lagi kasus tambahan selama 2x masa inkubasi (2×2 minggu). Laporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota/Propinsi

Bagaimana cara pengambilan specimen darah pada tersangka KLB campak ?
1.    Darah : ambil 3 – 5 ml darah vena pada tersangka penderita campak sebelum 28 hari setelah timbul rash, menggunakan syring 5 ml. Diamkan dalam suhu kamar selama 1 jam. Ambil serum,masukkan ke dalam tabung khusus. LAli masukkan ke dalam specimen carier pada suhu 2 – 8 ° C.
2.    Segera kirimke propinsi atau laboratorium campak nasional

Apa informasi yang dihasilkan dalam penyelidikan KLB campak ?

1.    Diketahui gambaran epidemiologi KLB : tempat kejadian,waktu kejadian, kelompok umur kejadian, kelompok umur penderita, dan status imunisasi serta faktor resiko lainnya seperti status gizi masyarakat, pelaksanaan program imunisasi, kepadatan penduduk, dll.
2.    Diketahui penyebab terjadinya KLB dan upaya penanggulangannya

Bagaimana Melakukan outbreak respons imunisasi ?

1.    Tingkatkan cakupan imunisasi rutin.
2.    Bagi daerah yang cakupan imunisasi rutin cukup tinggi, lakukan imunisas selektif yaitu setiap balita yang berkunjung ke puskesmas yang belum imunisasi campak, maka berikan imunisasi.
3.    Bila kasus cukup banyak dan cakupan rendah, pertimbangkan untuk melakukan imunisasi missal dengan berkonsultasi ke program imunisasi/surveilans.

End : Wez,,,ayo ayo ayo,,,berantas campak,,,jo mung sante sante wae (untuk para tenaga kesehatan)